A. PENGELOLAAN KELAS
1.
Pengertian Pengelolaan Kelas
Istilah pengelolaan kelas dapat
ddefinisikan beragam tergantung sudut pandang yang dipakai. Pendekatan Otoriter
memandang pengelolaan kelas sebagai kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku
siswa. Menurut pendekatan ini, tugas guru adalah menciptakan dan memelihara
aturan didalam kelas melalui penerapan disiplin.
Menurut pendekatan modifikasi
tingkah laku pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru
untuk mendorong munculnya tingkah laku yang tidak diharapkan. Berdasarkan
pendekatan iklim sosio-emosional pengelolaan kelasa adalaha serangkaian
kegiatan yang dilaksanakan guru untuk
mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional
kelas yang positif. Menurut Winzer (1995) dalam buku Sri Anitah (2008:10.8) bahwa
pengelolaan kelas adalah cara-cara yang ditempuh guru dalam menciptakan
lingkungan kelas agar tidak terjadi kekacauan dan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mencapai tujuan akademis dan sosial.
Jadi, pengelolaan kelas adalah serangkaian
tindakan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang
diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang tidak diharapkan, menciptakan
hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif dan
efektif secara singkat.
2.
Perbedaan Pengelolaan Kelas dari Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses
kegiatan yang dilakukan guru untuk memudahkan siswa mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Yang termasuk ke dalam sebuah pembelajaran diantaranya adalah
melakukan diagnosis kebutuhan siswa, merencanakan pelajaran, menyajikan
informasi, mengajukan pertanyaan dan menilai kemajuan belajar siswa. Sedangkan
pengelolaan kelas merupakan segala kegiatan guru yang dilakukan untuk
menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan terjadinya proses
pembelajaran yang efektif.
3.
Pentingnya Pengelolaan Kelas Dalam Proses Pembelajaran
Pengelolaan kelas yang efektif
merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran dan merupakan
prasyarat terciptanya pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh, mungkinkah
seorang siswa dapat belajar dengan baik apabila ia belum diterima teman-teman
sekelasnya. Tentunya tidak. Maka dari situ betapa pentingnya sebuah pengelolaan
kelas dalam proses pembelajaran.
B. Penataan Lingkungan Kelas
1.
Penataan Lingkungan Fisik Kelas
Pengelolaan kelas yang efektif
bermula dari penataan ruangan kelas dan isinya. Guru harus melakukan penatan
atau perubahan terhadap lingkungan fisik kelas untuk mendukung aktivitas belajar
yang dikembangkan guru secara individual. Perubahan tujuan pembelajaran dan
perubahan kegiatan belajar yang dilakukan siswa menuntut perubahan dalam
penataan lingkungan fisik kelas.
Adapun
prinsip-prinsip penatan lingkungan fisik kelas:
a.
Keleluasaan Pandangan
Artinya, penempatan atau penataan
barang-barang di dalam kelas tidk menganggu pandangan siswa dan guru sehingga
siswa secara leluasa dapat memandang guru atau benda yang sedang berlangsung.
b.
Mudah dicapai
Meletakkan barang-barang yang sering
digunakan siswa ditempat yang mudah di
capai sehingga tidak harus meminta pertolongan guru dan menganggu belajar siswa
lainnya.
c.
Keluwesan
Barang-barang yang ada di dalam
kelas hendaknya mudah untuk ditata dan dipindah-pindahkan sesuai dengan
tuntunan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa.
d.
Kenyamanan
Memberikan kenyamanan baik bagi
siswa maupun bagi guru sendiri yang berkenaan dengan temperature ruangan,
cahaya, suara dan kepadatan kelas.
e.
Keindahan
Prinsip keindahan perlu diperhatikan
yang berkenaan dengan usaha guru menata ruangan kelas kelas yang menyenangkan
dan kondusif bagi kegiatan pembelajaran.
2.
Penataan Tempat Duduk
Dengan kata lain sebagai seorang
guru harus menata tempat duduk siswa untuk memperlancar kegiatan pembelajaran
serta berpengaruh terhadap waktu yang digunakan siswa untuk mengerjakan
tugas-tugas.
3.
Penataan Lingkungan Psiko-Sosial Kelas
a.
Karakteristik Guru
Menyatakan
bahwa keberhasilan guru dalam mengelola iklim psiko-sosial kelas dipengaruhi
oleh karakteristik guru itu sendiri.
1).
Disukai oleh siswanya
2).
Memiliki Persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya.
3).
Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa.
4).
Bersikap positif terhadap pertanyaan
5).
Sabar, teguh dan tegas.
b.
Hubungan Sosial Antar siswa
Hubungan sosial yang kurang baik
antar siswa dapat menganggu lancarnya kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan
kelompok sisw harus belajar menerima pendapat/ide siswa lain dan mendorong
siswa lain untuk mengemukakan pendapatnya.
Agar
kegiatan kelompok dapat berhasil dengan baik guru harus memperhatikan hal-hal
berikut:
1).
Perilaku yang diharapkan
2).
Fungsi Kepemimpinan
3).
Pola Persahabatan Siswa
4).
Norma/Aturan
5).
Kemampuan Berkomunikasi
6).
Kebersamaan
Begitu
pentingnya aspek ini, guru harus menyampaikannya kepada siswa dan menjelaskan
betapa pentingnya kegiatan kelompok tersebut.
Daftar Pustaka
Anitah
Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD.
Jakarta: Universitas Terbuka.
Rohani
Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Pengelolaan Kelas seperti apa menurut saudara yang baik?
BalasHapus