Selasa, 23 April 2019

HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN


Hakikat Media Pembelajaran
A. Hakikat, Fungsi dan Peranan Media Pembelajaran
Flowchart: Connector: SISWAFlowchart: Connector: GURUText Box: PesanRight Arrow: Media            Menurut Heinich, dkk (1993) dalam buku Sri Anitah (2008:6.3) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan juga bantuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara”. Media pembelajaran membawa pesan-pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran mengaitkan hubungan antara media dengan peran dan metode dalam proses pembelajaran.

Hubungan Media dengan Pesan dan Metode Pembelajaran.
            Hakikatnya media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang timbulnya proses atau dialog mental pada diri siswa. Atau bisa juga disebut sebagai terjadinya komunikasi antara siswa dengan media atau secara tidak langsung tentunya anatara siswa dengan penyalur pesan (guru).  Media pembelajaran terdiri dari dua unsur penting:
1.      Software (Perangkat Lunak)
Merupakan informasi atau bahan ajar itu sendiri yang akan disampaikan kepada siswa.
2.      Hardware (Perangkat Keras)
Merupakan sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan pesan/bahan ajar tersebut.
Adapun fungsi dari Media Pembelajaran yaitu:
a.       Merupakan fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
b.      Merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran.
c.       Penggunaannya yang relevan dengan kompetensi yang ingin di capai.
d.      Tidak sekedar barang mainan tetapi berfungsi untuk sarana pembelajaran.
e.       Mempercepat proses pembelajaran.
f.       Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.
g.      Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir.
B. Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran
            Media pembelajaran pada umumnya dapat di kelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu:
a. Media Visual
            Merupakan media yang hanya dapat dlihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru sekolah dasar untuk membantu menyampaikan isi atau materi pembelajaran.
1)      Media Visual yang Diproyeksikan
Media yang menggunakan alat proyeksi sehingga gambar atau tulisan tampak pada layar.
2)      Media Visual Tidak Diproyeksikan
Jenis media visual yang tidak di proyeksikan yang dijelaskan dalam kegiatan belajar.
a). Gambar Fotografik
b). Grafik
c).Diagram
d). Poster
e). Kartun
f).  Media tiga dimensi

b. Media Audio
            Merupakan media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar.
·         Kaset Suara
·         CD Audio
·         Program Radio
c. Media Audio Visual
            Merupakan media yang kombinasi audio dan visual atau disebut media pandang dengar. Dalam hal ini guru tidak selalu punya peran sebagai penyaji materi, tetapi penyajian materi bisa diganti oleh media audio visual dan peran guru beralih menjadi fasilitator belajar. Contoh dari media audio visual yaitu:
·         Program video/televisi pendidikan
·         Video/televisi instruksional
·         Program slide suara
·         Program CD interaktif.
C. Pemilihan Penggunaan, Perawatan Media Pembelajaran Sederhana
1. Pemilihan Media Pembelajaran
Terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi dasar pemilihan media:
·         Tujuan Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam hal ini harus ada tujuaan pemilihan media pembelajaran yang jelas.
·         Karakteristik Media Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiki karakterisitk tertentu, baik dilihat dari segi kendalanya, cara pembuatannya maupun cara penggunannya.
·         Alternatif Media Pembelajaran yang dapat Dipilih
Memilih media pada dasarnya merupakan proses mengambil atau menentukan keputusan dari berbagai bahan pilihan yang ada.
2. Penggunaan Media Pembelajaran
a. Penggunaan Media Grafis
·         Cara menggunakan grafis
·         Cara menggunakan bagan dan diagram
·         Cara menggunakan poster
·         Cara menggunakan kartun
b. Penggunanan Media Tiga Dimensi
3. Pemeliharaan media Pembelajaran
·         Dalam media grafis cara perawatannya yaitu dengan tidak menyimpannya  tidak digulung atau dilipat.
·         Diupayakan dengan pembuatan display atau papan penyajian.
·         Sediakan ruang tertentu untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran.
D. Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
                 Sumber belajar  dapat diartikan sebagai segala hal di luar diri anak didik yang memungkinkannya untuk belajar, dapat  berupa pesan, orang, bahan, alat teknik dan lingkungan. Pembelajaran yang sedang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang dikenal dengan pembelajaran konteksual. Guru dalam mengajar tidak terikat pada buku teks, dan menjelaskan kepada siswa tentang konsep-konsep, istilah-istilah dan teori-teori di kelas secara abstrak dan siswa berusaha untuk memahami jalani pikiran guru. Guru menjadi satu-satunya sember belajar dan pembelajaran berpusat pada guru.
Adapun manfaat lingkungan sebagai sumber belajar:
            1. Membuat siswa mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman langsung.Membuat siswa       mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan
            2. Membuat siswa mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya mengagumi dan             mengagungkan penciptanya
            3. Membuat pelajaran lebih konkrit
            4.. Biaya relatif murah
            5. Penerapan ilmu menjadi lebih mudah, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dalam            kehidupan sehari-harinya, sehingga siswa akan merasakan bahwa belajar itu bermakna dan      menarik.
            6. Sesuai dengan prinsip didaktik dan perkembangan yaitu:
                        a. Anak berbeda dalam kemampuan dan kecepatan belajarnya.
                        b. Anak berkembang secara optimum sesuai dengan perkembangan fisik, intelektual, sosial                        serta perasaan berdasarkan azas kebebasan (aktualisasi diri).
                        c. Belajar dari yang : Konkrit ke abstrak, Mudah/sederhana ke yang sukar/majemuk, Dekat                        ke yang jauh, Sudah diketahui/dikuasai kepada yang belum diketahui/dikuasai.
            7. Mengembangkan motivasi dan prinsip “Belajar  Bagaimana Belajar”, dengan dasar metoda       ilmiah dan pengembangan ketrampilan proses, sehingga tertanam sikap ilmiah.

Daftar Pustaka
Anitah, sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Kodir, Abdul. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Priansa, Juni Donni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia.


Rabu, 10 April 2019

PEMILIHAN METODE MENGAJAR


                                                   PEMILIHAN METODE MENGAJAR
A. Hakikat dan Faktor-Faktor dalam Pemilihan Metode Mengajar
1. Hakikat Metode Mengajar dalam Pembelajaran
            Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus di gunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar yang efektif. (Sri Anitah, 2008:5.4).
            Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan agar tujuan tercapai secara optimal. Metode digunakan merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. (Sanjaya, Wina 2006: 7)
2. Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Metode Mengajar
            a. Tujuan Pembelajaran atau Kompetensi Siswa
            b. Karakteristik Bahan Pelajaran Atau Materi Pelajaran.
            c. Waktu yang digunakan.
            d. Faktor Siswa.
            e. Fasilitas, Media dan Sumber Belajar.
B. Jenis-Jenis Metode Mengajar
1. Metode Ceramah
            Merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian  bahan pelajaran secara lisan dari guru. Ceramah yang baik adalah ceramah yang bervariasi artinya ceramah yang dilengkapi dengan penggunaan alat dan media serta tambahan dialog.
2. Metode Diskusi
            Merupakan cara mengajar yang dalam pembahasan dan penyajian materinya melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus di selesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama.
3. Metode Simulasi
            Merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Dalam pembelajaran siswa akan dibina kemampuannya berkaitan dengan keterampilan.
4. Metode Demontrasi
            Dilakukan dengan cara memperagakan kejadian, cara kerja alat, atau urutan kegiatan baik secara langsung atau dibantu media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Metode demonstrasi bertujuan untuk memperjelas konsep dan proses terjadinya sesuatu karena siswa melihat sendiri proses tersebut. Dengan melihat sendiri suatu proses, sehingga terhadap materi yang disampaikan siswa dapat paham dan mengerti.
5. Metode Eksperimen
Merupakan metode mengajar yang dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses. Eksperimen dapat dilakukan secara kelompok maupun individu sistemik dan sistematis.
6. Metode Karyawisata
Pembelajaran karyawisata artinya aktivitas belajar siswa di bawa keluar kelas, lebih menitikberatkan pada perjalanan yang relative jauh dari kelas/sekolah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan topic bahasan. Kelebihan metode ini yaitu pengalaman dapat langsung dirasakan oleh siswa, siswa dapat aktif selama kegiatan, menjadikan siswa untuk mandiri dan kreatif, dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Kelemahan metode karyawisata anatara lain, membutuhkan waktu yang banyak, memerlukan persiapan yang matang dan tidak ekonomis, serta membutuhkan perhatian khusus dari siswa.
7. Metode Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah merupakan salah satu cara yang harus banyak digunakan dalam pembelajaran karena metode pemecahan masalah merupakan metode mengajar yang banyak mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
C. Hubungan Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar yang di bentuk dalam pembelajaran memiliki keterkaitan yang kuat  dengan metode mengajar. Pembelajaran adalah suatu proses yang berkelanjutan berdasarkan atas pengalaman. Pembelajaran yang berbasis pengalaman lebih mengutamakan proses dari pada produk sehingga pembelajaran harus mengutamakan aktivitas siswa guna membentuk maupun membangun kemampuan siswa. Setiap pemilihan dan penggunaan metode mengajar akan berdampak terhadap pengalaman siswa dalam pembelajaran. Hubungan pengalaman denagn metode mengajar dapat dilihat dari karakteristik metode mengajar itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Anitah, Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sanjaya, Wina. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Selasa, 02 April 2019

PROSEDUR PEMBELAJARAN


PROSEDUR PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Pra dan Awal Pembelajaran
1. Kegiatan Pra Pembelajaran
            Kegiatan pra pembelajaran atau yang sering disebut pra instruksional adalah kegiatan pemdahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkan siswa mengikuti pelajaran. Kegiatan pra pembelajaran biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.
Upaya yang dapat dilakukan guru pada tahap pra pembelajaran diantaranya:
a. Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik.
b. Memeriksa Kehadiran Siswa.
c. Menciptakan Kesiapan Belajar.
Ada beberapa yang dapat dilakukan guru dalam menciptakan kesiapan dan semangat siswa dalam belajar:
1)      Membantu atau membimbing sisea dalam mempersiapkan fasilitas.
2)      Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
3)      Menunjukkan minat dan semangat dalam mengajar.
4)      Mengontrol seluruh aktivitas siswa mulai dari awal menagajar.
5)      Menggunakan berbagai media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan minat siswa.
6)      Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.
d. Menciptakan suasana belajar yang demokratis.

               
2. Kegiatan Awal Pembelajaran
            Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan inti pembelajaran. Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa.
b. Memberi Acuan.
c. Membuat Kaitan.
Beberapa cara diantaranya yang dapat dilakukan guru dalam membuat kaitan:
1)      Mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
2)      Menunjukkan manfaat materi yang dipelajari.
3)      Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
d. Melaksanakan Tes Awal
Dalam melaksanakan kegiatan awal pembelajaran guru hendaknya mempunyai  keterampilan yang khususnya sebagai berikut:
1)      Memahami latar belakang siswa.
2)      Dapat membangkitkan perhatian siswa sehingga perhatian siswa terpusat.
3)      Dapat memberikan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu.
4)      Menciptakan interaksi edukatif.
5)      Memberikan peguatan pada siswa.
6)      Menanamkan disiplin pada siswa.
B. Kegiatan Inti Dalam Pembelajaran
1. Pembahasan Materi Pelajaran Dalam Pembelajaran Klasikal
a. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Klasikal
Adapun beberapa prinsip dalam pembelajaran klasikal:
1)      Sistematis
2)      Perhatian dan Aktivitas
3)      Media Pembelajaran
4)      Latihan Atau Penugasan
b. Kegiatan Inti dalam Pembelajaran Klasikal
Pertama, menyajikan presentasi bahan pelajaran dengan ceramah yang bervariasi. Yang kedua, melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran dengan cara  menghubungkan atau mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan situasi.
2. Pembahasan Materi Pembelajaran Dalam Pembelajaran Kelompok
Pembelajaran kelompok merupakan suatu proses pembelajaran yang didesain dalam bentuk kelompok dengan jumlah siswa antara 4 sampai 6 orang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar. Dalam pelaksanaan pembelajaran kelompok membutuhkan waktu yang relative lama.
a. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Kelompok
1)      Adanya topik dan permasalahan.
2)      Pembentukan Kelompok.
3)      Kerja Sama.
4)      Perhatian.
5)      Motivasi.
6)      Sumber Belajar dan Fasilitas.
7)      Latihan dan Tugas.
b. Kegiatan Inti dalam Pembelajaran Kelompok
Pertama, merumuskan masalah berdasarkan topic pembahasan. Kedua, mengidentifikasi masalah atau sub-sub permasalahan. Ketiga, analisis masalah berdasarkan sub masalah.Keempat, menyusun laporan oleh masing-masing kelompok. Kelima, presentasi kelompok atau melaporkan hasil diskusi kelompok.
3. Pembahasan Materi Pelajaran Dalam Pembelajaran Perseorangan
Kegiatan pembelajaran perseorangan dapat membantu proses pembelajaran yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu. Menurut (Depdikbud, 1990:39) dalam buku Sri Anitah, 2008:4.27 mengatakan bahwa pembelajaran perseorangan ditujukan untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan.

a. Menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran yang kan ditugaskan.
b. Memantau penilaian kegiatan siswa.
c. Guru memeriksa dan menilai tugas atau latihan.
C. Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran
1. Kegiatan Akhir Pembelajaran
            Kegiatan akhir dalam pembelajaran tidak hanya artikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran yang lebih penting adalah untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap kompetensi  yang belum di kuasai oleh siswa. Kegiatan yangn dilakukan guru dalam kegiatan akhir ini adalah memberikan tes, baik lisan maupun terrtulis.
a. Meninjau Kembali Penguasaan Siswa
Dalam melaksanakan kegiatan membuat rangkuman/kesimpulan/ringkasan, hendaknya memperhatikan kriteria berikut:
1)      Beorientasi pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.
2)      Singkat, jelas dan bahasa (tulisan/lisan) mudah dipahami.
3)      Kesimpulan/rangkuman/ringkasan tidak keluar dari topic yang telah dibahas.
4)      Dapat menggunakan waktu yang sesingkat mungkin.
b. Melaksanakan Penilaian
Merupakan kegiatan yang mutlak yang harus dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan.
2. Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Pembelajaran
a. Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah.
b. Membahas kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai oleh siswa.
c. Membaca materi pelajaran tertentu.
d. Memberikan motivasi atau bimbingan belajar.
e. Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang.

Daftar Pustaka
Priansa, Donni Juni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia
Sri Anitah. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka