Selasa, 21 Mei 2019

PENGELOLAAN KELAS


A. PENGELOLAAN KELAS
1. Pengertian Pengelolaan Kelas
            Istilah pengelolaan kelas dapat ddefinisikan beragam tergantung sudut pandang yang dipakai. Pendekatan Otoriter memandang pengelolaan kelas sebagai kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa. Menurut pendekatan ini, tugas guru adalah menciptakan dan memelihara aturan didalam kelas melalui penerapan disiplin.
            Menurut pendekatan modifikasi tingkah laku pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk mendorong munculnya tingkah laku yang tidak diharapkan. Berdasarkan pendekatan iklim sosio-emosional pengelolaan kelasa adalaha serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guru untuk  mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif. Menurut Winzer (1995) dalam buku Sri Anitah (2008:10.8) bahwa pengelolaan kelas adalah cara-cara yang ditempuh guru dalam menciptakan lingkungan kelas agar tidak terjadi kekacauan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai tujuan akademis dan sosial.
             Jadi, pengelolaan kelas adalah serangkaian tindakan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif dan efektif secara singkat.
2. Perbedaan Pengelolaan Kelas dari Pembelajaran
            Pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan guru untuk memudahkan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Yang termasuk ke dalam sebuah pembelajaran diantaranya adalah melakukan diagnosis kebutuhan siswa, merencanakan pelajaran, menyajikan informasi, mengajukan pertanyaan dan menilai kemajuan belajar siswa. Sedangkan pengelolaan kelas merupakan segala kegiatan guru yang dilakukan untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif.
3. Pentingnya Pengelolaan Kelas Dalam Proses Pembelajaran
            Pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran dan merupakan prasyarat terciptanya pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh, mungkinkah seorang siswa dapat belajar dengan baik apabila ia belum diterima teman-teman sekelasnya. Tentunya tidak. Maka dari situ betapa pentingnya sebuah pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran.
B. Penataan Lingkungan Kelas
1. Penataan Lingkungan Fisik Kelas
            Pengelolaan kelas yang efektif bermula dari penataan ruangan kelas dan isinya. Guru harus melakukan penatan atau perubahan terhadap lingkungan fisik kelas untuk mendukung aktivitas belajar yang dikembangkan guru secara individual. Perubahan tujuan pembelajaran dan perubahan kegiatan belajar yang dilakukan siswa menuntut perubahan dalam penataan lingkungan fisik kelas.
Adapun prinsip-prinsip penatan lingkungan fisik kelas:
a. Keleluasaan Pandangan
            Artinya, penempatan atau penataan barang-barang di dalam kelas tidk menganggu pandangan siswa dan guru sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru atau benda yang sedang berlangsung.
b. Mudah dicapai
            Meletakkan barang-barang yang sering digunakan siswa  ditempat yang mudah di capai sehingga tidak harus meminta pertolongan guru dan menganggu belajar siswa lainnya.
c. Keluwesan
            Barang-barang yang ada di dalam kelas hendaknya mudah untuk ditata dan dipindah-pindahkan sesuai dengan tuntunan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa.
d. Kenyamanan
            Memberikan kenyamanan baik bagi siswa maupun bagi guru sendiri yang berkenaan dengan temperature ruangan, cahaya, suara dan kepadatan kelas.
e. Keindahan
            Prinsip keindahan perlu diperhatikan yang berkenaan dengan usaha guru menata ruangan kelas kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan pembelajaran.
2. Penataan Tempat Duduk
            Dengan kata lain sebagai seorang guru harus menata tempat duduk siswa untuk memperlancar kegiatan pembelajaran serta berpengaruh terhadap waktu yang digunakan siswa untuk mengerjakan tugas-tugas.
3. Penataan Lingkungan Psiko-Sosial Kelas
a. Karakteristik Guru
Menyatakan bahwa keberhasilan guru dalam mengelola iklim psiko-sosial kelas dipengaruhi oleh karakteristik guru itu sendiri.
1). Disukai oleh siswanya
2). Memiliki Persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya.
3). Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa.
4). Bersikap positif terhadap pertanyaan
5). Sabar, teguh dan tegas.

b. Hubungan Sosial Antar siswa
            Hubungan sosial yang kurang baik antar siswa dapat menganggu lancarnya kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan kelompok sisw harus belajar menerima pendapat/ide siswa lain dan mendorong siswa lain untuk mengemukakan pendapatnya.
Agar kegiatan kelompok dapat berhasil dengan baik guru harus memperhatikan hal-hal berikut:
1). Perilaku yang diharapkan
2). Fungsi Kepemimpinan
3). Pola Persahabatan Siswa
4). Norma/Aturan
5). Kemampuan Berkomunikasi
6). Kebersamaan
Begitu pentingnya aspek ini, guru harus menyampaikannya kepada siswa dan menjelaskan betapa pentingnya kegiatan kelompok tersebut.

Daftar Pustaka
Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

1 komentar: