Selasa, 21 Mei 2019

DISIPLIN KELAS DAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF


DISIPLIN KELAS
A. Hakikat Disiplin dan Disiplin Kelas
1. Disiplin
            Disiplin merupakan ketaan terhadap aturan. Berkaitan dengan disiplin pemerintah telah mencanangkan Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang berupaya meningkatkan ketaatan masyarakat terhadap aturan yang ada dalam segala bidang. Disiplin juga merupakan peraaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya yang merupakan tanggung jawabnya. Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memilki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan.
2. Disiplin Kelas
            Disiplin kelas dapat diartikan sebagai teknik yang digunakan oleh guru untuk membangun atau memelihara keteraturan di dalam kelas. Ada pendapat lai tentang disiplin kelas yaitu menyamakannya dengan hukuman. Dengan berbagai pengertian disiplin kelas dapat disimpulkan bahwaannya disiplin kelas mempunyai arti yang beragam. Sebagai kata benda, disiplin dapat berarti tingkat tingkat keteraturan yang terdapat dalam satu kelompok, yaitu dalam kelas atau teknik yang digunakan guru untuk membangun atau memlihara keteraturan kelas.
B. Disiplin Kelas
            Perlunya menanamkan atau meningkatkan disiplin kelas sebagai berikut:
1. Disiplin perlu diajarkan dan perlu dipelajari serta dihayati oleh siswaa agar siswa mampu mendisiplinkan dirinya sendiri.
2. Merupkan titik pusat berputarnya kehidupan sekolah.
3. Terciptanya iklim belajar yang kondusif.
4. Tingkat ketaan yang lebih rendah terhadap kelas akan membuat kondusif belajar rendah.
5. Menjadilan tempat belajar yang lebih menyenangkan.
6. Memberi dampak yang lebih luas bagi kehidupan siswa di dalam masyarakat.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kelas
1. Faktor Fisik
            Disiplin kelas dilandasi adanya interaksi antara siswa dan guru dalam konteks kelas maka faktor fisik yang mempengaruhi disiplin kelas juga mencakup guru, siswa dan ruang kelas. Kondisi fisik guru dapat dilihat dari penampilannya yang rapi, sehat dan tampak bersemangat. Kondisi fisik siswa yang prima dan kondisi fisik ruangan kelas yang mencakup keamanan dan susunan peralatan.
2. Faktor Sosial
Hubungan yang akrab dan sehat, salin mempercayai akan mampu meningkatkan disiplin kelas dan begitupun sebaliknya. Disamping interaksi sosial guru dan siswa-siswa, alatr belakang sosial siswa, yaitu lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar siswa juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa.
3. Faktor Psikologis
Mencakup perasaan dan kebutuhan. Siswa yang merasa sedih, marah atau bosan mungkin akan berbeda tingkat kepatuhannya dibandingkan dengan mereka yang sedang bergembira.
Strategi Penanaman dan Penanganan Disiplin Kelas
A. Pandangan Terhadap Penanaman dan Penanganan Disiplin Kelas
1. Pandangan yang menyatakan bahwa guru harus berusaha agar siswa mengerjakan apa yang diinginkan oleh guru. Pandangan ini berfokus kepada kepentingan guru, kita dapay menanamkan pandangan ini sebagai pandangan yang berfokus pada guru.
2. Berbeda dengan pandangan pertama, menegaskan bahwa guru seharusnya mulai dengan pertanyaan.
3. Pandangan yang berfokus pada kebutuhan siswa.
4. Pandangan Humanistik, yaitu pandangan yang menekankan kemanusiaan untuk berkomunikasi terbuka dan jujur antara orang tua dan anak-anak.
5. Pandangan Behavioris, yang berpendapat bahwa perilaku dapat dipelajari dan dikontrol.
B. Strategi Penanaman Disiplin Kelas
1. Modelkan tat tertib yang sudah ditetapkan oleh sekolah dengan cara mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu.
2. Adakan pertemuan kelas secara berkala.
Adapun fungsi melakukan pertemuan kelas secara berkala yaitu:
a. Tempat berbagi pengalaman antar siswa dan antar siswa-guru.
b. Tempat untuk mengambil keputusan
c. Tempat untuk membuat rencana
d. Tempat untuk melakukan refleksi
3. Terapkan aturan secara fleksibel
4. Sesuaikan penerapan aturan dengan tingkat perkembangan anak.
5. Libatkan siswa dalam membuat aturan kelas.
C. Strategi Penanganan Disiplin Kelas
1. Menangani Gangguan Ringan
Untuk mengatasi gangguan ringan berbagai sstrategi/teknik dapat diterapkan sebagai berikut:
a. Mengabaikan
b. Menatap Agak Lama
c. Menggunakan Tanda Nonverbal
d. Mendekati
e. Memanggil Nama
f. Mengabaikan Secara Sengaja
2. Menangani Gangguan Berat
            Gangguan besar atau berat adalah pelanggaran yang dilakukan siswa yang dapat mempengaruhi siswa lain atau menganggu jalannya pelajaran. Usaha yang dilakukan untuk yaitu seperti memberi hukuman, melibatkan orang tua.
3. Menangani Perilaku Agresif
            Perilaku agresif adalah perilaku menyerang yang ditunjukkan oleh siswa di dalam kelas. Misalnya berteriak, menyakiti temannya atau bahkan menyerang guru. Adapun cara menanganinya yaitu mengubah atu menukar teman duduk, jangan terjebak dlam konfrontasi atau perselisihan yang tidak perlu, jangan melayani siswa yang agresif ketika hati sedang panas, hindarkan diri dari mengucapkan kata-kata yang kasar atau yang bersifat menghina, dan konsultasi dengan pihak lain.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
            Istilah pengajaran menurut beberapa pendapat terlalu mengarah  pada aktivitas guru dalam kegiatan belajar-mengajar, padahala tuntutan itu dalam proses pembelajaran harus lebih banyak ditekankan pada akitivitas siswa. Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbgai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran atau dengan pengertian lain, yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen komponen pembelajaran.

B. Komponen Perencanaan Pembelajaran
            Prinsip dasar dalam pengembangan pembelajaran mengikuti empat komponen sebagai berikut:
1. Tujuan/kompetensi pembelajaran
2. Isi materi pembelajaran
3. Strategi pelaksanaan
4. Penilaian yang akan digunakan
            Komponen-komponen itu tidak berdiri sendiri, saling berhubungan satu sama yang lainnya sehingga membentuk satu kesatuan atau totalitas dan berkaitan dengan bagaimana menata dan mengatur keempat komponen tersebut agar satu sama lain saling berhubungn.
C. Prinsip Perencanaan Pembembelajaran
            Perencanaan pembelajaran merupakan kurikulum secara mikro yang menggambarkan tujuan/kompetensi, materi/isi, kegiatan belajar dan alat evaluasi yang digunakan. Adapun prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran sebagai berikut ini:
1. Harus berdasarkan kondisi siswa.
2. Harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
3. Harus memperhitungkan waktu yang tersedia.
4. Merupakan urutan kegiatan belajar-mengajar yang sistematis.
5. Perlu dilengkapi dengan lembaran kerja atau tugas.
6. Bersifat fleksibel
7. Harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan.
D. Prosedur Perencanaan Pembelajaran
1. Penyusunan Silabus
            Silabus merupakan produk utama dari pengembangan kurikulum sebagai suatu rencana tertukis yang harus memilki keterkaitan dengan produk pengembangan kurikulum lainnya, yaitu proses pembelajaran. Silabus pada dasarnya merupakan program yang bersifat makro yang harus dijabarkan lagi ke dalam program-program pembelajaran yang lebih terperinci, yaitu satuan/rencana pembelajaran.
Pengembangan silabus diharapkan memnuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Ilmiah, dalam arti bahwa penetapan isi silabus harus memenuhi kebenaran ilmiah dan teruji kesahihannya jika memungkinkan perlu melibatkan ahli mata pelajaran.
b. Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa dalam penetapan cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian isi/materi dalam silabus.
c. Sistematis, dalam arti bahwa komponen-komponen yang terdapat dalam silabus merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain.
d. Konsisten, misalnya antara kompetensi yang diharapkan dicapai dengan penetapan pengalaman belajar yang harus dilakukan.
e. Adekuat, dalam arti bahwa cakupan atau ruang lingkup materi yang dipelajari siswa.
2. Penyusunan Rencana/Satuan Pembelajaran
Unsur-unsur pokok yang terkandung dalam rencana/satuan pembelajaran meliputi:
a. Identitas mata pelajaran.
b. Kompetensi dasar beserta uraiannya.
c. Materi poko beserta uraiannya.
d. Strategi pembelajaran
e. Alat dan media yang digunakan
f. Penilaian dan tindak lanjut.
PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
A. Hakikat Pembelajaran Efektif
            Perencanaan pembelajaran berkenaan dengan keputusan yang diambil guru dalam mengorganisasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Perencanaan merupakan tugas yang sangat penting dilakukan oleh seorang guru. Efektifitas pembelajaran pastinya dipengaruhi oleh perencanaan guru. Oleh karena itu, perencanaan membantu menciptakan, mengelola dan mengorganisasi peristiwa-peristiwa pembelajaran yang memungkinkan kegiatan belajar terjadi.
B. Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Kegiatan Pembelajaran
1. Isi (content) Pelajaran
Berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, aturan dan konsep atau proses kreatif yang akan dipelajari.
2. Bahan
Berwujud tulisan, bentuk tulisan, bentuk fisik atau stimuli visual yang digunakan dalam pembelajaran.
3. Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan untuk mengajarkan isi pembelajaran merupakan perencanaan sentral guru.
4. Perilaku Guru
Guru melakukan sejumlah kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung dan membantu pebelajar dalam kegiatan belajar.
5. Menstrukturkan Pelajaran
Menyusun pelajaran berkaitan dengan kegiatan yang terjadi pasa suatu saat tertentu.
6. Lingkungan Belajar
Kegiatan belajar yang direncanakan, tentuya banyak faktor yang diperhatikan yaitu sistem pengelolaan kelas yang efektif perlu di rencanakan dan diterapkan.
7. Pebelajar
Mempertimbangkan karakteristik pebelajar tertentu yang ada di kelas. Perlu dipertimbangkan pula motivasi belajar, kebutuhan akademik dan kebutuhan fisik.
8. Durasi Pembelajaran
Buatlah rencana tentang waktu yang tersedia atau dialokasikan menggunakan sumber sumber untuk tujuan pembelajaran.
9. Lokasi Pembelajaran
Ketika merancang kegiatan pembelajaran, rencanakan di tempat aman pembelajaran itu akan terjadi.
C. Karakteristik Guru
1. Banyaknya pengalaman mengajar guru akan mempengaruhi keputusan perencanaan.
2. Filosofi belajar mengajar.
3. Pengetahuan guru tentang isi pelajaran.
4. Gaya guru dalam mengorganisasikan pembelajaran.
5. Harapan-harapan menata kelas.
6. Perasaan aman dan kontrol pembelajaran memainkan peran.
D. Guru Yang Efektif
1. Melakukan Review Harian
2. Menyiapkan materi baru
3. Melakukan praktik terbimbing
4. Menyediakan balikan dan koreksi
5. Melaksanakan praktik mandiri
6. Review mingguan dan bulanan
E. Pendekatan Pembelajaran Yang Efektif
            Adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pebelajar, yaitu pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan berpusat pada pebelajar.
1. Belajar Mandiri
            Pentingnya belajar mandiri mungkin tidak diapresiasikan sepenuhnya oleh waktu yang digunakan, tidak dijadwal secara penuh dalam suatu kurikulum melainkan harus dikerjakan oleh pebelajar itu sendiri. Adapun manfaat belajar mandiri:
a. Belajar aktif
b. Kebutuhan individual pebelajar
c. Motivasi pebelajar
d. Peranan pengajar
2. Pembelajaran Terpadu
            Keterpaduan antara kegiatan membaca, menulis , menyimak dan berbicara. Pembelajaran terpadu diartikan sebagai metode pengorganisasian isi pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memadukan beberapa mata pelajaran.
Adapun kelebihan dari pembelajaran terpadu yaitu:
a. Memberikan gambaran hubungan antar pengetahuan.
b. Mempermudah belajar secara terpadu.
c. Memungkinkan kesatuan penyajian suatu problem
d. Meminimalkan kontrakdiksi konsep-konsep
e. Menghindari pergaulan dalam kurikulum
f. Mempermudah kerja sama antar disiplin
g. Memotivasi belajar
3. Belajar Berbasis Masalah
            Merupakan belajar yang berpusat pada pebelajar dan juga menggambarkan metode belajar inti atau suplement pembelajaran. Prinsipnya sama dengn pembelajaran terpadu, namun pembelajaran terpadu mendasarkan pada tema sedangkan BBM berdasarkan masalah.


Daftar Pustakaa
Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nasution, S. 1982. Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta




1 komentar: