Kamis, 28 Maret 2019

MODEL MODEL BELAJAR dan RUMPUN MODEL MENGAJAR


A. Model-Model Belajar
1. Belajar Kolaboratif
a)      Hakikat Belajar Kolaboratif
            Kolaboratif dikatakan apabila dua orang atau lebih bekerja sama, memecahkan masalah bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Dua unsur yang penting dalam belajar kolaboratif yaitu adanya tujuan yang sama dan ketergantungan yang positif.
Pertama, dalam mencapai tujuan tertentu siswa mampu bekerja sama dengan teman untuk menentukan strategi pemecahan masalah yang diberikan oleh guru. Kedua, ketergantungan yang positif adalah setiap anggota kelompok hanya dapat berhasil mencapai tujuan apabila seluruh anggota bekerja sama.
Tentunya dalam belajar kolaboratif ini, ada hal yang harus diperhatikan sebagai prinsip-prinsip belajar sebagai berikut:
1)      Mengajarkan keteampilan kerja sama, mempraktikkan, dan balikan diberikan dalam hal baik.
2)      Kegiatan kelas ditingkatkan untuk melaksanakan kelompok yang kohesif.
3)      Individu-individu diberi tanggung jawab untuk kegiatan belajar dan perilaku masing-masing.
b)      Manfaat Belajar Kolaboratif
Adapun manfaat dari belajar kolaboratif, yaitu:
1)      Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok dengan berinteraksi dalam kelompok.
2)      Belajar memecahkan masalah dalam kelompok.
3)      Memupuk rasa kebersamaan antar siswa.
4)      Menjadikan pribadi yang berani dalam memunculkan ide atau gagasan.
5)      Menumbuhkan rasa tanggung jawab.
6)      Setiap anggota melihat dirinya sendiri sebagai milik kelompok.
2. Belajar Kuantum                        
a). Hakikat Belajar Kuantum
Istilah Kuantum secara harfiah berarti “kualitas sesuatu”. Kuantum mekanis merupakan suatu tentang gerakan-gerakan partikel . Quantum Learning merupakan seperangkat metode dan falsafah belajar.
Beberapa teknik yang digunakan untuk memberikan hal positif dalam belajar kuantum yaitu:
1)      Mendudukkan siswa secara nyaman.
2)      Memasang musik latar di dalam kelas.
3)      Meningkatkan partisipasi individu.
4)      Menggunakan poster untuk memberikan kesan sambil menunjukkan informasi.
5)      Menyediakan guru-guru yang terlatih dalam seni pembelajaran.
Di dalam pembelajaran kuantum ini mengedepankan unsur-unsur kebebasan, santai,menyenangkan dan mampu mengarahkan.
b). Prinsip-Prinsip Utama Pemebelajaran Kuantum
1)      Segala sesuatu baik yang ada di dalam tubuh maupun di luar mengirimkan pesan tentang belajar.
2)      Segalanya memiliki tujuan yang jelas.
3)      Belajar dari pengalaman.
4)      Menghargai setiap usaha yang sudah dilakukan.
5)      Merayakan setiap keberhasilan yang sudah dicapai.
c). Manfaat Belajar Kuantum
Adapun beberapa manfaat belajar kuantum yaitu:
1)      Suasana kelas yang menyenangkan sehingga membuat siswa bergairah belajar.
2)      Siswa dapat memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.
3)      Belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing.
4)      Menghargai apa yang disampaikan guru.

3. Belajar Kooperatif
a). Hakikat Belajar Kooperatif
Kooperatif dapat diartikan sebagai bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tujuan. Di dalam pembelajaran ini siswa mencari keuntungan untuk dirinya sendiri tapi juga menguntungkan untuk semua orang. Belajar kooperatif merupakan belajar dalam kelompok kecil sehingga siswa bekerja sama untuk memaksimalkan kegiatan belajarnya.
b). Prinsip Utama Belajar Kooperatif
1)      Kesamaan Tujuan
2)      Ketergantungan Positif


Perbedaan antara belajar kooperatif dengan belajar kelompok:
Belajar Kooperatif
Belajar Kelompok
Memiliki beragam model dan teknik
Hanya memiliki satu model
Memiliki struktur, jumlah, dan teknik tertentu
Memiliki satu cara
Mengaktifkan semua anggota kelompok untuk berperan serta dalam penyelesaian tugas.
Menimbulkan gejala ketergantungan antar anggota kelompok
Belajar kooperatif menggalang potensi sosialisasi di antara anggotanya.
Sangat tergantung dari niat baik setiap anggota kelompok.

c). Manfaat belajar Kooperatif
Adapun manfaat belajar kooperatif yaitu:
1)      Meningkatkan hasil belajar
2)      Meningkatkan hubungan antar kelompok.
3)      Meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.
4)      Menumbuhkan realisasi kebutuhan pelajar.
5)      Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan.
6)      Meningkatkan perilaku dan kehadiran kelas.
7)      Relatif murah.
d). Keterbatasan Pembelajaran Kooperatif
1)      Memerlukan waktu yang cukup bagi setiap siswa untuk bekerja.
2)      Memerlukan latihan agar siswa terbiasa belajar dalam kelompok.
3)      Harus sesuai dengan pembahasan materi ajar.
4)      Memerlukan format penilaian belajar yang berbeda.
5)      Memerlukan kemampuan khusus bagi guru.
4. Belajar Tematik
               a). Hakikat Belajar Tematik
               Belajar tematik dikatakan sebagai suatu kegiatan belajar yang dirancang sekitar ide pokok dan melibatkan beberapa bidang studi yang berkaitan dengan tema. Menurut Papas dalam buku Sri Anitah, 2008: 3.10 yang mengatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang digunakan guru untuk mendorong partisipasi aktif pelajar.
b). Prinsip Belajar Tematik
Para ahli mengasumsikan bahwa belajar tematik merupakn suatu cara untuk mecapai keterpaduan kurikulum serta mencerminkan pola pikir, tujuan dan konsep-konsep umum bidang ilmu.
c). Karakteristik Pembelajaran Tematik
1)      Memberikan pengalaman langsung dengan objek-objek yang nyata bagi pelajar.
2)      Menciptakan kegiatan dengan anak menggunakan kemampuan berpikirnya.
3)      Membangun kegiatan sekitar minat.
4)      Membantu pebelajar mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya.
5)      Menyediakan kegiatan.
6)      Memberikan kesempatan bermainan.
7)      Menghargai perbedaan individu.
d). Perlunya Pembelajaran Tematik di SD
1). Pada dasarnya siswa SD awal memahami suatu konsep secara utuh.
2). Untuk mengembangkan kecerdasannya.
3). Kenyataan hidup sehari-hari menampilkan fakta yang utuh.
4). Ada konteksnya.
5). Guru Sd adalah guru kelas, akan lebih mudah mengajar satu konsep secara utuh.
e). Manfaat Belajar Tematik
Pembelajaran tematik menghadapkan siswa pada arena yang realistik, mendorong siswa untuk memanfaatkan suatu konteks dan membantu siswa melihat hubungan antara ide-ide dan konsep-konsep  serta meningkatkan kemampuan pemahaman.
B. Rumpun Model Mengajar
1. Rumpun Model Sosial
                                  Menurut Joice dan weil dalam buku Sri Anitah, 2008:3.16 mengatakan bahwa model-model sosial dirancang untuk menilai keberhasilan dn tujuan akademik, termasuk studi tentang nilai-nilai sosial, kebijakan public, dan memecahkan masalah. Dalam berbagai rumpun model mengajar di paparkan perkembangan sosial siswa yang sangat penting pada kegiatan pembelajaran.
                   a. Partner dalam Belajar
                                  Mempunyai partner dalam belajar merupakan suatu kemajuan yang sangat besar dalam pengembangan strategi mengajar yang membantu siswa bekerja secara efektif.
                   b. Investigasi Kelompok
                                  Menekankan pada rencana pengaturan kelas umum atau konvensional. Rencana tersebut meliputi pendalaman materi yang terpadu secara kelompok, diskusi, dan perencanaan proyek. Model ini merupakan bentuk sederhana dari belajar kooperatif. Pada hakikatnya investigasi kelompok ini dapat digunakan untuk semua bidang studi.
                   c. Bermain Peran
                                  Dengan bermain peran, guru mengajak siswa untuk memahami pengertian perilaku sosial. Dan memiliki peranannya dalam interaksi sosial dan cara-cara memecahkan masalah-masalah sosial dengan cara-cara yang efektif.
                   d. Inkuiri Yurisprudensi
                                  Dengan model ini siswa berpikir tentang kebijakan-kebijakan sosial. Siswa mempelajari kasus-kasus uang melibatkan masalah-masalah sosial dalam suatu wilayah.
                   e. Kepribadian dan Gaya Belajar
                                  Dengan gaya belajar semua dapat berkembang. Perkembangan dapat terjadi secara optimal untuk kebutuhan konseptual seseorang.
                   f. Inkuiri Sosial
                                  Yaitu mengajarkan informasi, konsep-konsep, cara berpikir dan studi tentang nilai-nilai sosial dengan memberi tugas yang menggabungkan aspek-aspek kognitif sosial.
                   2. Rumpun Model Pemrosesan informasi
                                  Menenkankan pada cara meningkatkan pembawaan seseorang memahami dunia dengan memperoleh dan mengorganisasikan data, memahami masalah dan mencari pemecahannya. Banyak model pemprosesan informasi yang berguna untuk mempelajari kemampuan diri maupun masyarakat untuk menilai tujuan pendidikan pribadi maupun sosial.
                   a. Berpikir Induktif
                                  Dalam model ini cara belajar untuk mendapatkan dan mengoragnisasikan informasi, serta menciptakan dan menguji hipotesis yang mendeskripsikan hubungan diantara serangkaian data.
                   b. Pencapaian Konsep
                                  Memberikan cara yang efektif untuk penyajian informasi yang terorganisasi dan topik-topik yang berskala luas kepada siswa pada setiap tahap perkembangan.
                   c. Inkuiri Ilmiah
                                  Pelajar di bawah ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan menganalisis data, mengecek hipotesis dan hakikat pembentukan pengetahuan.
                   d. Latihan Inkuiri
                                  Memberikan rancangan untuk mengajar yang menghubungkan alasan sebab dan akibat.
                   e. Mnemonic
                                  Merupakan suatu strategi untuk mengingat dan mengasimilasi informasi.


                   f. Sinektik
                                  Model dirancang untuk membantu siswa memecahkan masalah dan menulis kegiatan-kegiatan, serta menambahkan pandangan-pandangan baru pada topic dari satu bidang ilmu.
                   g. Pengorganisasi Awal
                                  Memberikan struktur kognitif kepada sisw untuk memahami materi melalui kuliah, membaca dan media yang lain.
                   h.Penyesuaian Dengan Siswa
                                  Model ini bertolak dari studi yang digunakan untuk membantu kita menyesuaikan pembelajaran pada suatu tahap kematangan siswa secara individual dan merancang cara meningkatkan perkembangan pelajar.
                   3. Rumpun Model Personal
                                  Di mulai dari pandangan tentang harga diri individu yang berusaha memperoleh pendidikan sehingga berusaha memahami diri sendiri dengan baik.
                   a. Pengajaran Nondirektif
                                  Pada model ini menekankan kerja sama antara pebelajar dengan guru. Guru berusaha membantu dan memahami bagaimana memainkan peran utama dalam pencapaian pendidikannya.
                   b. Peningkatan Harga Diri
                                  Digunakan untuk membimbing suatu program dalam hal rasa harga diri dn kemampuan aktualisasi diri.
                   4. Rumpun Model Sistem Perilaku
                   a. Belajar Tuntas dan Pembelajaran terprogram
                                  Aplikasi teori sistem perilaku untuk tujuan akademik tampak dalam bentuk yang disebut belajar tuntas.Pertama, materi yang dipelajari dipecah menjadi unit-unit dari sederhana menjadi kompleks.
                   b. Pembelajaran Langsung
                                  Pernyataan tujuan pembelajaran disampaikan secara langsung kepada siswa, serangkaian kegiatan yang jelas dan bertujuan tentang hasil belajar untuk memperoleh kegiatan belajar.
                   c. Belajar melalui Simulasi: Latihan dan Latihan Mandiri
                                  Dua jenis latihan pendekatan dikembangkan dari teori perilaku kelompok cybernetic. Salah satu diantaranya adalah model teori ke praktik dan yang lain adalah simulasi.

Daftar Pustaka
Priansa, Donni Juni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia
Sri Anitah. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
                                          


20 komentar:

  1. Jelaskan dan beri contoh bagaimana cara kita sbg calon pendidik memberi pembelajaran kepada anak, cepat tanggap dan mudah dipahami oleh anak sd?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara kita sebagai seorang pendidik memberikan pembelajaran kepada anak dengan memberikan pembelajaran yang lebih kreatif supaya anak tidak bosan dalam hal pembelajaran lalu peserta didik merasa cepat tanggap dan lebih mudah memahami.. Contohnya seperti kita membawa peserta didik belajar di alam

      Hapus
  2. Model pembelajaran apa yg cocok utk diterapkan disekolah pada saat sekarang ini. Agar pembelajaran lebih kontekstual dan menarik bagi peserta didik? Jelaskan dan berikan contoh serta kelebihan dan kekurangan model tsb!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, semua model pembelajaran cocok saja di gunakan pada saat sekarang ini.
      Penggunaan model itu tergantung kepada guru sebagai pengajar dan murid sebagai penerima..
      Jadi model yang bagua di terapkan ya semua model. Hanya saja tergantung kepada pengajar dan penerimaa..

      Hapus
  3. Apakah salah satu rumpun di atas sudah diterapkan di sd?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk pertanyaannya..
      Mungkin utk penerapan salah satu rumpun tersebut saya kurang mengetahui. Karena belum ada melakukan penilitian ke sd. Mungkin bisa saja sudah di laksanakan ada yang belum

      Hapus
  4. Jelaskan dan beri contoh dari model pembelajaran kooperatif?

    BalasHapus
  5. Jelaskan dan beri contoh dari model pembelajaran kooperatif?

    BalasHapus
  6. Ketika guru sadar bahwa model yg di ajarkan tidak efektif, apakah kita bisa mengganti ke model lain ?, dan apakah ada efek terhadap siswa kita ?

    BalasHapus
  7. Apa kegunaan dari model belajar kolaboratif di sekolah dasar?

    BalasHapus
  8. Apakah model pembelajaran langsung efektif dilakukan pada anak SD?

    BalasHapus
  9. Mnurut pendapat saya model pembljrn nondirektif itu adalah guru tdak mmberikan arahan secara langsung kepada siswanya...

    BalasHapus
  10. Apakah contoh dari belajar tuntas dan pembelajaran terprogram?

    BalasHapus
  11. Dalam artikel yang saudari buat pada indikator yang berjudul rumpun model pemrosesan,,adanya pencapaian konsep, coba saudari jelaskan apa yang dimaksud tentang hal pencapaian konsep tersebut!!

    BalasHapus
  12. Apakah sama model dg metode..jelaskan

    BalasHapus
  13. dari keempat model pembelajaran yang telah saudara buat manakah model pembelajaran yang paling tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di SD dan apa kelebihan dari model pembelajaran tersebut?

    BalasHapus
  14. Jelaskan lah menurut saudari tentang model belajar kuantum beseta contohnya?

    BalasHapus
  15. Penduduk di desa dan dikota memiliki pola pikir yang berbeda.
    Nah dari model pembelajaran yang saudari tulis mana yang cocok untuk kedua pemikiran itu.?

    BalasHapus
  16. sekedar saran untuk perbaikan ke depannya..
    dalam pembahasan tentang model-model belajar, sebaiknya diberikan keterangan dari mana dirujuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rujukannya ada. Tetapi lupa mencantumkan..
      Dan dia terdapat di dalam bku yang di jadikan dftr pustaka

      Hapus