Selasa, 21 Mei 2019

DISIPLIN KELAS DAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF


DISIPLIN KELAS
A. Hakikat Disiplin dan Disiplin Kelas
1. Disiplin
            Disiplin merupakan ketaan terhadap aturan. Berkaitan dengan disiplin pemerintah telah mencanangkan Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang berupaya meningkatkan ketaatan masyarakat terhadap aturan yang ada dalam segala bidang. Disiplin juga merupakan peraaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya yang merupakan tanggung jawabnya. Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memilki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan.
2. Disiplin Kelas
            Disiplin kelas dapat diartikan sebagai teknik yang digunakan oleh guru untuk membangun atau memelihara keteraturan di dalam kelas. Ada pendapat lai tentang disiplin kelas yaitu menyamakannya dengan hukuman. Dengan berbagai pengertian disiplin kelas dapat disimpulkan bahwaannya disiplin kelas mempunyai arti yang beragam. Sebagai kata benda, disiplin dapat berarti tingkat tingkat keteraturan yang terdapat dalam satu kelompok, yaitu dalam kelas atau teknik yang digunakan guru untuk membangun atau memlihara keteraturan kelas.
B. Disiplin Kelas
            Perlunya menanamkan atau meningkatkan disiplin kelas sebagai berikut:
1. Disiplin perlu diajarkan dan perlu dipelajari serta dihayati oleh siswaa agar siswa mampu mendisiplinkan dirinya sendiri.
2. Merupkan titik pusat berputarnya kehidupan sekolah.
3. Terciptanya iklim belajar yang kondusif.
4. Tingkat ketaan yang lebih rendah terhadap kelas akan membuat kondusif belajar rendah.
5. Menjadilan tempat belajar yang lebih menyenangkan.
6. Memberi dampak yang lebih luas bagi kehidupan siswa di dalam masyarakat.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kelas
1. Faktor Fisik
            Disiplin kelas dilandasi adanya interaksi antara siswa dan guru dalam konteks kelas maka faktor fisik yang mempengaruhi disiplin kelas juga mencakup guru, siswa dan ruang kelas. Kondisi fisik guru dapat dilihat dari penampilannya yang rapi, sehat dan tampak bersemangat. Kondisi fisik siswa yang prima dan kondisi fisik ruangan kelas yang mencakup keamanan dan susunan peralatan.
2. Faktor Sosial
Hubungan yang akrab dan sehat, salin mempercayai akan mampu meningkatkan disiplin kelas dan begitupun sebaliknya. Disamping interaksi sosial guru dan siswa-siswa, alatr belakang sosial siswa, yaitu lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar siswa juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa.
3. Faktor Psikologis
Mencakup perasaan dan kebutuhan. Siswa yang merasa sedih, marah atau bosan mungkin akan berbeda tingkat kepatuhannya dibandingkan dengan mereka yang sedang bergembira.
Strategi Penanaman dan Penanganan Disiplin Kelas
A. Pandangan Terhadap Penanaman dan Penanganan Disiplin Kelas
1. Pandangan yang menyatakan bahwa guru harus berusaha agar siswa mengerjakan apa yang diinginkan oleh guru. Pandangan ini berfokus kepada kepentingan guru, kita dapay menanamkan pandangan ini sebagai pandangan yang berfokus pada guru.
2. Berbeda dengan pandangan pertama, menegaskan bahwa guru seharusnya mulai dengan pertanyaan.
3. Pandangan yang berfokus pada kebutuhan siswa.
4. Pandangan Humanistik, yaitu pandangan yang menekankan kemanusiaan untuk berkomunikasi terbuka dan jujur antara orang tua dan anak-anak.
5. Pandangan Behavioris, yang berpendapat bahwa perilaku dapat dipelajari dan dikontrol.
B. Strategi Penanaman Disiplin Kelas
1. Modelkan tat tertib yang sudah ditetapkan oleh sekolah dengan cara mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu.
2. Adakan pertemuan kelas secara berkala.
Adapun fungsi melakukan pertemuan kelas secara berkala yaitu:
a. Tempat berbagi pengalaman antar siswa dan antar siswa-guru.
b. Tempat untuk mengambil keputusan
c. Tempat untuk membuat rencana
d. Tempat untuk melakukan refleksi
3. Terapkan aturan secara fleksibel
4. Sesuaikan penerapan aturan dengan tingkat perkembangan anak.
5. Libatkan siswa dalam membuat aturan kelas.
C. Strategi Penanganan Disiplin Kelas
1. Menangani Gangguan Ringan
Untuk mengatasi gangguan ringan berbagai sstrategi/teknik dapat diterapkan sebagai berikut:
a. Mengabaikan
b. Menatap Agak Lama
c. Menggunakan Tanda Nonverbal
d. Mendekati
e. Memanggil Nama
f. Mengabaikan Secara Sengaja
2. Menangani Gangguan Berat
            Gangguan besar atau berat adalah pelanggaran yang dilakukan siswa yang dapat mempengaruhi siswa lain atau menganggu jalannya pelajaran. Usaha yang dilakukan untuk yaitu seperti memberi hukuman, melibatkan orang tua.
3. Menangani Perilaku Agresif
            Perilaku agresif adalah perilaku menyerang yang ditunjukkan oleh siswa di dalam kelas. Misalnya berteriak, menyakiti temannya atau bahkan menyerang guru. Adapun cara menanganinya yaitu mengubah atu menukar teman duduk, jangan terjebak dlam konfrontasi atau perselisihan yang tidak perlu, jangan melayani siswa yang agresif ketika hati sedang panas, hindarkan diri dari mengucapkan kata-kata yang kasar atau yang bersifat menghina, dan konsultasi dengan pihak lain.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
            Istilah pengajaran menurut beberapa pendapat terlalu mengarah  pada aktivitas guru dalam kegiatan belajar-mengajar, padahala tuntutan itu dalam proses pembelajaran harus lebih banyak ditekankan pada akitivitas siswa. Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbgai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran atau dengan pengertian lain, yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen komponen pembelajaran.

B. Komponen Perencanaan Pembelajaran
            Prinsip dasar dalam pengembangan pembelajaran mengikuti empat komponen sebagai berikut:
1. Tujuan/kompetensi pembelajaran
2. Isi materi pembelajaran
3. Strategi pelaksanaan
4. Penilaian yang akan digunakan
            Komponen-komponen itu tidak berdiri sendiri, saling berhubungan satu sama yang lainnya sehingga membentuk satu kesatuan atau totalitas dan berkaitan dengan bagaimana menata dan mengatur keempat komponen tersebut agar satu sama lain saling berhubungn.
C. Prinsip Perencanaan Pembembelajaran
            Perencanaan pembelajaran merupakan kurikulum secara mikro yang menggambarkan tujuan/kompetensi, materi/isi, kegiatan belajar dan alat evaluasi yang digunakan. Adapun prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran sebagai berikut ini:
1. Harus berdasarkan kondisi siswa.
2. Harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
3. Harus memperhitungkan waktu yang tersedia.
4. Merupakan urutan kegiatan belajar-mengajar yang sistematis.
5. Perlu dilengkapi dengan lembaran kerja atau tugas.
6. Bersifat fleksibel
7. Harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan.
D. Prosedur Perencanaan Pembelajaran
1. Penyusunan Silabus
            Silabus merupakan produk utama dari pengembangan kurikulum sebagai suatu rencana tertukis yang harus memilki keterkaitan dengan produk pengembangan kurikulum lainnya, yaitu proses pembelajaran. Silabus pada dasarnya merupakan program yang bersifat makro yang harus dijabarkan lagi ke dalam program-program pembelajaran yang lebih terperinci, yaitu satuan/rencana pembelajaran.
Pengembangan silabus diharapkan memnuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Ilmiah, dalam arti bahwa penetapan isi silabus harus memenuhi kebenaran ilmiah dan teruji kesahihannya jika memungkinkan perlu melibatkan ahli mata pelajaran.
b. Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa dalam penetapan cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian isi/materi dalam silabus.
c. Sistematis, dalam arti bahwa komponen-komponen yang terdapat dalam silabus merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain.
d. Konsisten, misalnya antara kompetensi yang diharapkan dicapai dengan penetapan pengalaman belajar yang harus dilakukan.
e. Adekuat, dalam arti bahwa cakupan atau ruang lingkup materi yang dipelajari siswa.
2. Penyusunan Rencana/Satuan Pembelajaran
Unsur-unsur pokok yang terkandung dalam rencana/satuan pembelajaran meliputi:
a. Identitas mata pelajaran.
b. Kompetensi dasar beserta uraiannya.
c. Materi poko beserta uraiannya.
d. Strategi pembelajaran
e. Alat dan media yang digunakan
f. Penilaian dan tindak lanjut.
PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
A. Hakikat Pembelajaran Efektif
            Perencanaan pembelajaran berkenaan dengan keputusan yang diambil guru dalam mengorganisasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Perencanaan merupakan tugas yang sangat penting dilakukan oleh seorang guru. Efektifitas pembelajaran pastinya dipengaruhi oleh perencanaan guru. Oleh karena itu, perencanaan membantu menciptakan, mengelola dan mengorganisasi peristiwa-peristiwa pembelajaran yang memungkinkan kegiatan belajar terjadi.
B. Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Kegiatan Pembelajaran
1. Isi (content) Pelajaran
Berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, aturan dan konsep atau proses kreatif yang akan dipelajari.
2. Bahan
Berwujud tulisan, bentuk tulisan, bentuk fisik atau stimuli visual yang digunakan dalam pembelajaran.
3. Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan untuk mengajarkan isi pembelajaran merupakan perencanaan sentral guru.
4. Perilaku Guru
Guru melakukan sejumlah kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung dan membantu pebelajar dalam kegiatan belajar.
5. Menstrukturkan Pelajaran
Menyusun pelajaran berkaitan dengan kegiatan yang terjadi pasa suatu saat tertentu.
6. Lingkungan Belajar
Kegiatan belajar yang direncanakan, tentuya banyak faktor yang diperhatikan yaitu sistem pengelolaan kelas yang efektif perlu di rencanakan dan diterapkan.
7. Pebelajar
Mempertimbangkan karakteristik pebelajar tertentu yang ada di kelas. Perlu dipertimbangkan pula motivasi belajar, kebutuhan akademik dan kebutuhan fisik.
8. Durasi Pembelajaran
Buatlah rencana tentang waktu yang tersedia atau dialokasikan menggunakan sumber sumber untuk tujuan pembelajaran.
9. Lokasi Pembelajaran
Ketika merancang kegiatan pembelajaran, rencanakan di tempat aman pembelajaran itu akan terjadi.
C. Karakteristik Guru
1. Banyaknya pengalaman mengajar guru akan mempengaruhi keputusan perencanaan.
2. Filosofi belajar mengajar.
3. Pengetahuan guru tentang isi pelajaran.
4. Gaya guru dalam mengorganisasikan pembelajaran.
5. Harapan-harapan menata kelas.
6. Perasaan aman dan kontrol pembelajaran memainkan peran.
D. Guru Yang Efektif
1. Melakukan Review Harian
2. Menyiapkan materi baru
3. Melakukan praktik terbimbing
4. Menyediakan balikan dan koreksi
5. Melaksanakan praktik mandiri
6. Review mingguan dan bulanan
E. Pendekatan Pembelajaran Yang Efektif
            Adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pebelajar, yaitu pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan berpusat pada pebelajar.
1. Belajar Mandiri
            Pentingnya belajar mandiri mungkin tidak diapresiasikan sepenuhnya oleh waktu yang digunakan, tidak dijadwal secara penuh dalam suatu kurikulum melainkan harus dikerjakan oleh pebelajar itu sendiri. Adapun manfaat belajar mandiri:
a. Belajar aktif
b. Kebutuhan individual pebelajar
c. Motivasi pebelajar
d. Peranan pengajar
2. Pembelajaran Terpadu
            Keterpaduan antara kegiatan membaca, menulis , menyimak dan berbicara. Pembelajaran terpadu diartikan sebagai metode pengorganisasian isi pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memadukan beberapa mata pelajaran.
Adapun kelebihan dari pembelajaran terpadu yaitu:
a. Memberikan gambaran hubungan antar pengetahuan.
b. Mempermudah belajar secara terpadu.
c. Memungkinkan kesatuan penyajian suatu problem
d. Meminimalkan kontrakdiksi konsep-konsep
e. Menghindari pergaulan dalam kurikulum
f. Mempermudah kerja sama antar disiplin
g. Memotivasi belajar
3. Belajar Berbasis Masalah
            Merupakan belajar yang berpusat pada pebelajar dan juga menggambarkan metode belajar inti atau suplement pembelajaran. Prinsipnya sama dengn pembelajaran terpadu, namun pembelajaran terpadu mendasarkan pada tema sedangkan BBM berdasarkan masalah.


Daftar Pustakaa
Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nasution, S. 1982. Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta




PENGELOLAAN KELAS


A. PENGELOLAAN KELAS
1. Pengertian Pengelolaan Kelas
            Istilah pengelolaan kelas dapat ddefinisikan beragam tergantung sudut pandang yang dipakai. Pendekatan Otoriter memandang pengelolaan kelas sebagai kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa. Menurut pendekatan ini, tugas guru adalah menciptakan dan memelihara aturan didalam kelas melalui penerapan disiplin.
            Menurut pendekatan modifikasi tingkah laku pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk mendorong munculnya tingkah laku yang tidak diharapkan. Berdasarkan pendekatan iklim sosio-emosional pengelolaan kelasa adalaha serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guru untuk  mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif. Menurut Winzer (1995) dalam buku Sri Anitah (2008:10.8) bahwa pengelolaan kelas adalah cara-cara yang ditempuh guru dalam menciptakan lingkungan kelas agar tidak terjadi kekacauan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai tujuan akademis dan sosial.
             Jadi, pengelolaan kelas adalah serangkaian tindakan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif dan efektif secara singkat.
2. Perbedaan Pengelolaan Kelas dari Pembelajaran
            Pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan guru untuk memudahkan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Yang termasuk ke dalam sebuah pembelajaran diantaranya adalah melakukan diagnosis kebutuhan siswa, merencanakan pelajaran, menyajikan informasi, mengajukan pertanyaan dan menilai kemajuan belajar siswa. Sedangkan pengelolaan kelas merupakan segala kegiatan guru yang dilakukan untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif.
3. Pentingnya Pengelolaan Kelas Dalam Proses Pembelajaran
            Pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran dan merupakan prasyarat terciptanya pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh, mungkinkah seorang siswa dapat belajar dengan baik apabila ia belum diterima teman-teman sekelasnya. Tentunya tidak. Maka dari situ betapa pentingnya sebuah pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran.
B. Penataan Lingkungan Kelas
1. Penataan Lingkungan Fisik Kelas
            Pengelolaan kelas yang efektif bermula dari penataan ruangan kelas dan isinya. Guru harus melakukan penatan atau perubahan terhadap lingkungan fisik kelas untuk mendukung aktivitas belajar yang dikembangkan guru secara individual. Perubahan tujuan pembelajaran dan perubahan kegiatan belajar yang dilakukan siswa menuntut perubahan dalam penataan lingkungan fisik kelas.
Adapun prinsip-prinsip penatan lingkungan fisik kelas:
a. Keleluasaan Pandangan
            Artinya, penempatan atau penataan barang-barang di dalam kelas tidk menganggu pandangan siswa dan guru sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru atau benda yang sedang berlangsung.
b. Mudah dicapai
            Meletakkan barang-barang yang sering digunakan siswa  ditempat yang mudah di capai sehingga tidak harus meminta pertolongan guru dan menganggu belajar siswa lainnya.
c. Keluwesan
            Barang-barang yang ada di dalam kelas hendaknya mudah untuk ditata dan dipindah-pindahkan sesuai dengan tuntunan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa.
d. Kenyamanan
            Memberikan kenyamanan baik bagi siswa maupun bagi guru sendiri yang berkenaan dengan temperature ruangan, cahaya, suara dan kepadatan kelas.
e. Keindahan
            Prinsip keindahan perlu diperhatikan yang berkenaan dengan usaha guru menata ruangan kelas kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan pembelajaran.
2. Penataan Tempat Duduk
            Dengan kata lain sebagai seorang guru harus menata tempat duduk siswa untuk memperlancar kegiatan pembelajaran serta berpengaruh terhadap waktu yang digunakan siswa untuk mengerjakan tugas-tugas.
3. Penataan Lingkungan Psiko-Sosial Kelas
a. Karakteristik Guru
Menyatakan bahwa keberhasilan guru dalam mengelola iklim psiko-sosial kelas dipengaruhi oleh karakteristik guru itu sendiri.
1). Disukai oleh siswanya
2). Memiliki Persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya.
3). Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa.
4). Bersikap positif terhadap pertanyaan
5). Sabar, teguh dan tegas.

b. Hubungan Sosial Antar siswa
            Hubungan sosial yang kurang baik antar siswa dapat menganggu lancarnya kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan kelompok sisw harus belajar menerima pendapat/ide siswa lain dan mendorong siswa lain untuk mengemukakan pendapatnya.
Agar kegiatan kelompok dapat berhasil dengan baik guru harus memperhatikan hal-hal berikut:
1). Perilaku yang diharapkan
2). Fungsi Kepemimpinan
3). Pola Persahabatan Siswa
4). Norma/Aturan
5). Kemampuan Berkomunikasi
6). Kebersamaan
Begitu pentingnya aspek ini, guru harus menyampaikannya kepada siswa dan menjelaskan betapa pentingnya kegiatan kelompok tersebut.

Daftar Pustaka
Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Rabu, 15 Mei 2019

KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN

A.    Kegiatan Remedial

1.      Hakikat Kegiatan Remedial

Remedial diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field. Yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Kegiatan remedial juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil.

Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwasannya remedial ialah sebuah kegiatan pembelajaran yang dilaksankan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pembelajaran.

2.      Tujuan Dan Fungsi Kegiatan Remedial

Diketahui bahwa tujuan guru melaksanakn kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam meahami materi pelajaran agar mencapai hasil belajar yang baik.

Adapun fungsi kegiatan remedial sebagai berikut:

a.       Fungsi Korektif

Memeperbaiki cara mengajar dan cara belajar. Dalam fungsi ini guru memperbaiki cara mengajarnya dan siswa memperbaiki cara belajarnya.

b.      Fungsi Pemahaman

Memiliki fungsi pemahaman karena dalam kegiatan remedial akan terjadi proses pemahaman baik pada diri guru maupun siswa.

c.       Fungsi Penyesuaian

Memiliki fungsi penyesuaian karena pelaksanaan kegiatan remedial disesuaikan dengan kesulitan dan karakteristik individu siswa yang mengalami kesulitan belajar.

d.      Fungsi Pengayaan

Menurut fungsi ini pengayaan bagi proses pembelajaran karena melalui kegiatan remedial guru memanfaatkan sumber belajar, metode mengajar atau alat bantu pembelajaran.

e.       Fungsi Akselerasi

Memiliki fungsi terhadap proses pembelajaran karena melalui kegiatan remedial guru dapat mempercepat oenguasaan siswa terhadaap materi pembelajaran.

f.       Fungsi Terapeutik

Karena melalui kegiatan remedial guru dapata membantu mengatasi kesulitan siswa yang berkaitan dengan aspek social-pribadi.



3.      Pendekatan Dalam Kegiatan Remedial

a.       Pendekatan yang bersifat preventif

Menurut pendekatan ini kegiatan remedial dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa dilakukan.

b.      Pendekatan yang bersifat Kuratif

Pelaksanaan kegiatan remedial di tunjukkan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran biasa.

c.       Pendekatan yang bersifat pengembangan

Apabila kegiatan remedial dilaksanakan selama berlangsungnya kegaiatan pembelajaran biasa.

4.      Jenis-Jenis Kegiatan Remedial

a.       Mengajarkan Kembali

Guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami atau dikuasai siswa.

b.      Menggunakan Alat Peraga

Guru menggunakan berbagai alat peragar dan memberi kesempatan kepada siswa untuk menggunakan alat peraga.

c.       Kegiatan Kelompok

Diskusi atau kelompok dapat dilakukan guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi yang dituntut.

d.      Tutorial

Dalam kegiatan ini guru meminta bantuan siswa lain yang lebih pandai untuk membantu siswa yang menghadapi kesulitan.

e.       Sumber Belajar Yang Relevan

Dengan meminta siswa untuk membaca buku referensi lain yang membahas materi yang belum dipahaminya.

B.     Kegiatan Pengayaan

1.      Hakikat Kegiatan Pengayaan

Kegiatan pengayaan ialah kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat dalam memanfaatkan kelebihan waktu yang dimilikinya sehingga mereka memiliki pengetahuan yang lebih kaya dan keterampilan yang lebih baik.

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya tujuan kegiatan pengayaan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal.

2.      Jenis Kegiatan Pengayaan

a.       Tutor Sebaya

Dapat digunakan dalam kegiatan remedial, juga sangat efektif untuk kegiatan pengayaan.  Disamping itu tutor sebaya dapat mengembangkan kemampuan kognitif tingkat tinggi.

b.      Mengembangkan Latihan

Diminta untuk mengembangkan latihan praktis yang dapat dilaksanakan oleh teman-temannya yang lambat sehingga mereka akan lebih mudah memahami materi pelajaran.

c.       Mengembangkan Media dan Sumber Pembelajaran

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghasilkan suatu karya yang berkaitan dengan materi yang dipelajari merupakan sesuatu yang menarik bagi siswa.

d.      Melakukan Proyek

Melakukan suatu proyek atau laporan adalah kegiatan yang harus dilakukan siswa tersebut merupakan kegiatan yang menyenangkan.

e.       Memberikan Permainan, Masalah atau Kompetisi Antar Siswa

Memberikan tugas kepada siswa untuk memecahkan masalah atau permainan yang berkaitan dengan materi pelajaran.

3.      Faktor-Faktor Kegiatan Pengayaan

a.       Faktor Siswa

Jenis kegiaatan pengayaan yang akan dilaksanakan guru harus memperhatikan karakteristik siswa, baik yang berkenaan dengan factor minat dan factor psikologis.

b.      Faktor Manfaat Edukatif

Untuk memberikan kesempatan kepada siswa berkembang secara optimal maka kegiatan pengayaan harus memberikan manfaat bagi siswa.

c.       Faktor waktu

Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dengan memanfaatkan kelebihan waktu, sementara siswa lain masih melakukan kegiatan remedial.


Daftar Pustaka

Anitah, Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.






Rabu, 01 Mei 2019

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN DI SD


KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN DI SD
A.    Keterampilan Bertanya
Keterampilan adalah suatu proses fisikal, emosional dan intelektual. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991) terampil adalah cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Sedangkan keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respons dari seseorang yang dikenali. Respons yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berfikir.
Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan bertanya adalah kecakapan atau proses fisikal, emosional, dan intelektual untuk mengucapkan sesuatu dimana dari ucapan tersebut meminta respons atau tanggapan dari orang yang mendengar ucapan tersebut.
Adapun komponen-komponen yang harus diperhatikan guru dalam memberikan pertanyaan kepada peserta didik adalah pengungkapan pertanyaan secara jelas,pemberian acuan,pemusatan, pemindahan giliran, penyebaran, pemberian waktu berfikir, dan pemberian tuntunan.
1.      Jenis-Jenis Pertanyaan
a.       Pertanyaan Pengetahuan
Pertanyaan yang hanya mengharapkan jawaban yang sifatnya hafalan atau ingatan siswa terhadap apa yang telah dipelajarinya.
b.      Pertanyaan Pemahaman
Pertanyaan ini menuntut siswa untuk menjawab pertanyaan dengan jalan mengorganisasi informasi-informasi yang pernah diterimanya dengan kata-kata sendiri, atau menginterpretasikan atau membaca informasi yang dilukiskan melalui grafik atau kurva dengan jalan membandingkan atau membeda-bedakan.
c.       Pertanyaan Penerapan
Pertanyaan yang menuntut siswa untuk memberi jawaban tunggal dengan cara menerapkan pengetahuan, informasi, aturan-aturan,
kriteria, dan lain-lain yang pernah diterimanya.


Keterampilan Bertanya
•Bertanya dasar: pertanyaan pertama dan pembuka yang diajukan guru pada awal pelajaran
•Pertanyaan lanjutan: merupakan kelanjutan dari pertanyaan dasar yang mengutamakan usaha mengembangkan keterampilan berfikir, memperbesar partisipasi,dan mendorong agar dapat berinisiatif sendiri.
B.     Keterampilan Memberi Penguatan
Merupakan suatu alat pendidikan yang menyenangkan berupa pujian, hadiah dan tanda penghargaan yang bertujuan untuk memperkuat tingkah laku anak didik yang sudah baik, atau juga sebagai suatu keterampilan yang memberi penguatan berupa respon positif dari guru kepada anak didik yang telah melakukan suatu perbuatan baik. penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengajar atau membesarkan hati siswa agar lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar.
Penguatan juga merupakan adalah segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkh laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (siswa) atas perbuatannya sebagi suatu tindak dorongan ataupun koreksi.
C.     Keterampilan Mengadakan Variasi
Keterampilan mengadakan variasi adalah suatu proses perubahan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan serta berubahnya mood siswa dalam proses pembelajaran untuk menerima bahan pengajaran yang di berikan guru dan memusatkan perhatian siswa sehingga siswa agar dapat selalu aktif dan terfokus dalam proses pembelajaran. Keterampilan mengadakan variasi ini juga dapat digunakan untuk penggunaan lketerampilan mengajar yang lain, seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya, memberi penguatan, menjelaskan dan sebagainya.




Tujuan pokok dari pengadaan variasi dalam kelas  antara lain      :
1.      Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran
2.      Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
3.      Meningkatkan kadar CBSA dalam proses belajar mengajar dengan melibatkan siswa dengan berbagai tingkat kognitif.
D.    Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskaan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganis dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan anatara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan.
Adapun Prinsip-Prinsip Dalam Keterampilan:
1.      Keterkaitan dengan tujuan
2.      Relevan antara penjelasan dengan materi dan karakteristik siswa, penjelasan guru harus sesuai dengan materi yang diajarkan.
3.      Kebermaknaan
4.      Dinamis
5.      Penjelasan dilakukan dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan kegiatan penutup.

Daftar Pustaka
Dwi Susanti, FKIP UMP. 2012. Meningkatkan Keterampilan Bertanya.jurnal.pdf.com
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1991.